Berkurban dan Jati Diri

Oleh: Mochammad Bayu Tjahyono

Siapa aku, dan apa jadinya aku?
Aku melakukan demi sesuatu atau demi uang?
Kemana hati yang baik itu pergi?
Aku pernah punya hati yang baik….
Aku akan mulai hari ini, menjadi lebih baik, terbaik yang bisa aku lakukan
Sebab kemarin adalah memori, kenangan.
Aku akan mulai lagi…
Aku akan bangkit lagi…
Terus bangkit…
Terus bangkit…
Sampai aku bisa berdiri di atas dua kakiku
Aku akan bangkit…
Kalau aku tidak berarti untuk Negara atau orang lain untuk apa aku?

Oleh: Mochammad Bayu Tjahyono

Penggalan puisi di atas terasa pas buat perenungan akan identitas diri dan peran serta kita bagi pembangunan di Indonesia. Hal ini terasa pas dengan momen hari raya Idul Adha, Kanwil DJP Jakarta Selatan I dan KPP Pratama Mampang memaknai momen tersebut tidak hanya sebagai ritual ibadah keagamaan bagi umat Islam namun bisa dimaknai sebagai sarana untuk memperbaiki hubungan horizontal antara manusia.

Pada tanggal 4 September 2017, Kanwil DJP Jakarta Selatan I dan KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan menyembelih qurban 7 ekor sapi dan 8 ekor domba, pelaksanaan penyembelihan qurban dilakukan di halaman KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan. Acara dimulai dengan Salat subuh berjamaah, kemudian tausyiah, dan penyembelihan hewan Qurban. Hadir dalam acara tersebut Bapak Arfan Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak, Bapak Sakli Anggoro Kepala Kanwil DJP Jakarta Selatan I dan seluruh eselon 3 di lingkungan Kanwil DJP Jakarta Selatan I. Dalam sambutannya Kepala Kanwil DJP Jakarta Selatan I menyampaikan “Idul Adha itu artinya hari raya kurban, ada simbol kepedulian sosial terhadap sesama di sana, tidak memandang suku, agama, ras, dan golongan”. Sejalan dengan sambutan di atas, Kepala KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan Bapak Iwan Setyasmoko juga menyampaikan “Pembagian daging qurban ini juga dilakukan bekerjasama dengan seluruh kelurahan di wilayah Mampang, Mampang Prapatan, Pela Mampang, Kuningan Barat, Bangka, dan Tegal Parang masing-masing mendistribusikan 200 paket daging”, selain ke kelurahan distribusi juga dilakukan ke yayasan sosial dan panti asuhan.

Harapan dari pelaksanaan pembagian daging qurban ini adalah hubungan antara KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan dengan masyarakat sekitar tidak hanya sebatas penggalian penerimaan tetapi juga ada hubungan batin yang kuat. Minimal kegiatan tersebut juga dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi yang baik antara KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan dengan masyarakat dan juga dengan pemerintah daerah setempat. Dengan hubungan yang baik diharapkan nantinya kerjasama dalam penggalian potensi pajak dapat dilaksanakan dengan baik. Sehingga kehadiran KPP Pratama Jakarta Mampang Prapatan dapat berguna bagi masyarakat sekitar, dan “Aku” dapat berguna bagi Negara.

Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan merupakan pendapat resmi organisasi tempat penulis bekerja.