Pajak Bertutur, Tahu Pajak Sejak Dini

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencanangkan gerakan Pajak Bertutur serentak di seluruh Indonesia tanggal 11 Agustus 2017. Dilaksanakan di dua ribu tempat pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi yang diikuti lebih dari 125.000 pelajar dan mahasiswa mulai pukul 09.00 WIB.

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua melakukan kegiatan Pajak Bertutur ini di SD Providentia Jakarta Barat. Acara diikuti sekitar 50 siswa kelas 6 dan sebagian kelas 5. Pembukaan disampailan oleh Kepala SD Providentia, Sri Handayani, kemudian dilanjutkan oleh ketua tim Pajak Bertutur.  Setelah itu peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Michael sebagai dirijen.

Berbagi dan bergotong royong diusung sebagai inti Pajak Bertutur bagi siswa SD. Materi disampaikan oleh Mohammad Taufik Hidayat (Kak Taufik) dan Isabella Oktavia (Kak Bella), Account Representative di KPP Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua. Mereka menyajikan materi berisi pengenalan pajak dengan rangkaian cerita sehari-hari. Sebelumnya, dilakukan kuis yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan bagi yang bisa menjawab akan diberikan hadiah berupa coklat.

Anak-anak pun sangat antusias untuk menjawab dengan pengertian dan pemikiran masing-masing. Ketika mereka ditanya: apa itu pajak? Ada yang menjawab: pajak mobil dan pajak rumah. Dengan jawaban itu sedikit-banyak artinya mereka sudah mengenal pajak. Saat pertanyaan : di mana kita bayar pajak? Beberapa anak menjawab: di bank. Ternyata mereka pun sudah tahu dimana harus bayar pajak.

Di sesi berikutnya, kita minta 3 siswa untuk menceritakan kisah berbagi dalam kehidupan mereka. Ada Shalom, Jovan dan Valentino yang menceritakan kisah berbagi mereka seperti : berbagi mainan boneka oleh Shalom, berbagi uang dan barang oleh Jovan dengan teman-teman disekitar rumahnya, dan Valentino yang berbagi dengan kakaknya. Selanjutnya bersama-sama mengucapkan semboyan : Aku jujur, Aku berbagi, Aku peduli.

Sebelum ditutup, ada sesi yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya. Pertanyaan yang dilemparkan pun lucu-lucu dan  membuat sesi kian meriah. Inilah tujuan dari Pajak Bertutur. Sejak usia dini, anak-anak itu sudah ditanamkan arti berbagi dan bergotong royong sehingga kelak setelah dewasa nanti mereka akan mengingat bahwa pajak itu berbagi dan bergotong royong untuk membangun negeri. Apa yang kita tabur, itu yang akan kita tuai. Saat kita menaburkan ide tentang pajak itu berarti berbagi dan bergotong royong pada usia dini, kita akan menuai hasilnya  nanti saat generasi emas Indonesia 2045 terwujud.